Diskusi Publik Dorong UMKM Desa Go Digital
Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti Forum Diskusi Publik Literasi Digital bertema “Pembangunan Desa Koperasi UMKM” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, dalam upaya mendorong penguatan ekonomi desa berbasis digital.
Dalam keynote speech, Anggota Komisi I DPR RI, Trinovi Khairani Sitorus, menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen.
Trinovi yang merupakan anggota DPR RI termuda periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar, mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara II, menyampaikan bahwa desa kini memiliki peluang besar untuk berkembang di era digital.
“Melalui internet, marketplace, dan sistem pembayaran digital, produk-produk desa memiliki kesempatan untuk menembus pasar nasional bahkan global,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya tantangan, seperti rendahnya literasi digital pelaku UMKM, manajemen usaha yang belum optimal, serta belum maksimalnya peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia mendorong penguatan konsep Desa Koperasi UMKM, di mana koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat pelatihan, distribusi, dan pemasaran produk UMKM desa.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa, Theresia Junidar, menegaskan bahwa pembangunan desa menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.
Menurutnya, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa. “BUM Desa tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kontribusi BUM Desa terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga 2029 melalui berbagai program, termasuk digitalisasi desa, pengembangan desa ekspor, dan peningkatan investasi desa.
Dalam kesempatan yang sama, Research and Policy Analyst, Erysa Poetry, menyoroti peran strategis koperasi dalam mendukung pengembangan UMKM.
Ia menyebut koperasi dapat menjadi jembatan dalam memperluas akses keuangan formal bagi pelaku usaha di pedesaan.
Selain itu, koperasi juga dinilai mampu membantu menekan biaya logistik melalui layanan agregator serta memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan platform digital dan e-commerce.
Forum diskusi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, koperasi, dan UMKM dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat di era transformasi digital.
Diskusi Publik ini dapat disaksikan ulang lewat kanal Youtube @studiocikajang19 dengan tema FDP : Pembangun Desa Koperasi UMKM
