News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sinergi DPR RI, Kemhan, dan Komdigi di Sumbar: Perkuat Pertahanan Semesta Lewat Literasi Digital

Sinergi DPR RI, Kemhan, dan Komdigi di Sumbar: Perkuat Pertahanan Semesta Lewat Literasi Digital

Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI menggelar Forum Diskusi Publik Literasi Digital bertajuk “Pengelolaan Komunikasi Publik terkait Pertahanan Semesta”, Senin (20/4/2026). Forum ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan komunitas digital di Sumatera Barat.

Anggota Komisi I DPR RI, Ir. H. Mulyadi, dalam keynote speech nya menegaskan bahwa komunikasi publik kini bukan lagi sekadar fungsi administratif, melainkan instrumen strategis pertahanan negara. Di era digital, wajah ancaman telah bergeser dari konflik fisik menjadi ancaman non militer yang kompleks.

“Disinformasi, propaganda digital, hingga serangan siber adalah ancaman nyata yang bisa memecah belah bangsa. Pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran sekitar 15% pada tahun fiskal 2025-2026 untuk memperkuat teknologi siber. Namun, benteng terkuat tetaplah masyarakat yang cerdas dalam memilah informasi,” ujar  politikus Partai Demokrat  asal Dapil Sumbar II tersebut.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Kebijakan Strategis Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Ph.D., menjelaskan bahwa saat ini dunia telah memasuki era The 6th Domain, yakni domain informasi atau kognitif. Dalam domain ini, pikiran manusia menjadi sasaran utama serangan melalui cognitive warfare.

“Pertahanan semesta atau Sishankamrata harus beradaptasi. Komunikasi publik menjadi krusial sebagai fondasi diplomasi dan instrumen resonansi kebangsaan. Kita harus membangun ketahanan informasi (information resilience) untuk menangkal hoaks yang kian terorganisir,” papar Brigjen TNI Frega.

Dari sudut pandang pemberdayaan masyarakat, Ketua BPN Generasi Emas Indonesia (Gesid), Yohan Fitriadi, S.HI., MM, menekankan pentingnya peran pemuda desa. Menurutnya, masa depan pertahanan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan generasi muda di tingkat akar rumput dalam menjaga kedaulatan informasi dan ekonomi.

“Pemuda desa harus menjadi subjek aktif, bukan sekadar penonton. Kita perlu merevolusi pendidikan bela negara dengan memanfaatkan teknologi seperti Virtual Reality dan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Literasi digital adalah perisai utama kita melawan operasi psikologis di ruang siber,” tegas Yohan.

Antusiasme Masyarakat Sumbar Diskusi yang berlangsung interaktif ini memantik banyak pertanyaan dari peserta, khususnya terkait cara efektif menghadapi hoaks yang membonceng isu kedaulatan. Melalui forum ini, para narasumber bersepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan elemen masyarakat terutama mahasiswa sebagai agen perubahan adalah kunci utama mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh di era digital.

Tags