News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wakil Ketua Komisi I Dorong Edukasi Medsos

Wakil Ketua Komisi I Dorong Edukasi Medsos

Bogor- Pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan edukasi program pendidikan menjadi fokus dalam Forum Diskusi Publik bertema "Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Sosialisasi dan Edukasi Program Pendidikan” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (5/3/2026) sore.

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si sebagai keynote speaker. Hadir pula dua narasumber yakni Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si dan Raisa Cahyarani, S.H yang merupakan pegiat literasi digital.

Dalam sambutannya, Anton Sukartono Suratto menegaskan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi pendidikan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Bogor yang merupakan daerah pemilihannya.

Menurutnya, di era digital saat ini masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata tiga hingga empat jam per hari di media sosial. Hal tersebut menjadi peluang besar untuk menyampaikan berbagai informasi pendidikan secara lebih luas dan cepat.

“Media sosial harus kita jadikan jembatan informasi tentang beasiswa, program sekolah, pelatihan vokasi, literasi digital hingga peluang pendidikan tinggi,” ujarnya.

Anton juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan informasi pendidikan secara merata. Ia menilai, informasi seperti beasiswa atau bantuan pendidikan sering kali tidak sampai ke masyarakat karena penyebarannya masih terbatas.

Ia mencontohkan kondisi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor seperti Gunung Sindur, Ciawi, Leuwiliang, Gunung Putri hingga Jonggol, di mana masyarakat terkadang tidak mengetahui adanya program pendidikan karena informasi tidak tersampaikan secara optimal.

“Padahal di era digital ini tidak ada alasan lagi informasi terlambat atau tertutup. Yang dibutuhkan adalah strategi komunikasi yang tepat, kreatif, dan menyentuh masyarakat,” kata Anton.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi komunikasi dan digital, Anton juga mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi penggerak konten positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengajak para guru, orang tua, dan generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai ruang berbagi ilmu dan informasi pendidikan.

“Kalau masyarakat banyak di TikTok, maka informasi beasiswa juga harus hadir di TikTok. Kalau ibu-ibu aktif di WhatsApp dan Facebook, maka informasi program pendidikan harus disebarkan di sana,” ucapnya.

Anton juga mengingatkan bahwa masa depan generasi muda tidak boleh kalah oleh arus informasi yang tidak mendidik di ruang digital.

“Kita harus merebut kembali ruang digital. Mari banjiri media sosial dengan ilmu dan informasi pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan berkomunikasi.

Menurutnya, media sosial kini menjadi ruang utama sosialisasi masyarakat, terutama bagi generasi muda.

“Globalisasi dan teknologi digital telah mengubah cara kita berinteraksi. Media sosial menjadi ruang utama sosialisasi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Gun Gun juga memaparkan bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 80,66 persen atau lebih dari 229 juta pengguna internet dari total populasi nasional.

Tingginya angka tersebut membuka peluang besar untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi edukatif kepada masyarakat.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam penggunaan media sosial, seperti cyberbullying, tekanan sosial di ruang digital, serta menurunnya komunikasi tatap muka.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat melalui empat pilar utama yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

“Literasi digital penting agar masyarakat mampu mengevaluasi informasi secara kritis, membuat konten positif, serta menghindari hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital,” jelasnya.

Sementara itu, Raisa Cahyarani, S.H menjelaskan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana sosialisasi sekaligus edukasi program pendidikan.

Menurutnya, lembaga pendidikan dapat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi secara lebih menarik melalui berbagai bentuk konten seperti video pendek, infografis, webinar, maupun konten tanya jawab.

“Media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Raisa juga menekankan pentingnya strategi dalam pengelolaan media sosial, seperti membuat konten yang informatif, menggunakan visual yang menarik, serta melakukan penjadwalan unggahan secara konsisten.

Kegiatan sosialisasi ini juga berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor terlihat antusias menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait pemanfaatan media sosial untuk edukasi.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan diskusi ini juga menjadi momen ngabuburit yang produktif bagi para peserta, sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya literasi digital dan pemanfaatan media sosial secara positif bagi dunia pendidikan.

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama